Tokoh teknologi informasi (TI) Indonesia Onno W Purbo pekan ini menghadiri undangan di Harvard University, untuk menjadi pembicara mengenai teknologi informasi sebagai sarana untuk mengentaskan kemiskinan.
Onno diundang ke acara ICT4Poverty, oleh dua pemenang nobel di bidang ekonomi, yakni Michael Spence dan Amartya Sen. Pertemuan yang diadakan pada 22-28 September 2009 itu juga akan dihadiri oleh belasan tokoh aktivis TI di seluruh dunia, yang kebanyakan bergelar profesor.
Mereka adalah pakar-pakar atau profesor-profesor dari Amerika Serikat, Kanada, Denmark, India, Costa Rica, dan lain-lain. Termasuk juga di antaranya adalah peraih nobel dari Bangladesh, Muhammad Yunus.
"Terus terang dunia banyak belajar dari aktivitas kita, bangsa Indonesia, tentang bagaimana cara memandaikan masyarakat untuk mengentaskan kemiskinan, melalui kegiatan mandiri dan swadaya masyarakat, tanpa dukungan Bank Dunia atau bahkan pemerintah," ujar Onno.
Pertemuan para tokoh TI yang digelar di Faculty Club Harvard itu, akan mendiskusikan langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk pengembangan TI demi mengentaskan kemiskinan di negara berkembang.
Onno mempresentasikan paper berjudul "Subtle Strategies in Unleashing Community's Inner Capacity". Dalam paper tersebut, Onno antara lain menceritakan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh komunitas TI tanah air untuk mengembangkan TI dengan bantuan yang minim dari pemerintah.